Membahas Instrumen Perkusi, berbicara tentang Karya, Teknik, Analisis dan Isu-isu Musik Perkusi Dunia
Cara Tuning Pada Timpani & Permasalahannya!!
Tuning adalah aspek permainan timpani yang membuat takut sebagian besar pemain. Beberapa dari kita memiliki nada yang sempurna tetapi percaya atau tidak ini bukanlah hal yang buruk. Memberikan feeling rasa nada relatif (kemampuan untuk menemukan nada apa pun di luar nada tertentu) adalah cara yang bagus untuk belajar menyetem. Penting bagi siswa yang ingin pandai timpani untuk menjadi penyanyi aktif, baik di paduan suara sekolah, duduk di depan piano dan berlatih mencocokkan nada.
Tidak semua orang memiliki insting untuk menebak nada secara tepat, namun tips ini dapat membantu kalian untuk mempersiapkan itu semua.. Click Here!!
Yang pertama, berusahalah untuk menyanyikan interval tertentu. Perfect Quart dan Perfect Quint adalah interval yang paling umum digunakan dalam musik karena hubungannya dengan akord V dan I dalam sebuah komposisi. Jadi cobalah nyaman dengan dua interval ini terlebih dahulu! Kemudian lanjutkan ke mayor dan minor kedua dan sepertiga mayor dan minor ( karena memungkinkan Anda untuk menyetem akor juga).
Kedua, bawalah garpu tala ke mana-mana setiap hari. Secara berkala sepanjang hari, mainkan A di garpu dan bernyanyi untuk menghafal nada itu. Dari sana, berlatihlah menyanyikan interval dan arpeggio juga.
Ketiga, sebuah catatan tentang Picth Pipes: sebenarnya ini adalah satu-satunya suara yang paling mengganggu di dunia ketika di atas panggung !!! Artinya janga terlalu membuat gaduh dengan selalu membunyikan setiap saat, karena dapat mengganggu konsentrasi pemain lain. Gunakan ini hanya di saat-saat yang paling sulit!!
Keempat,Electronic Tuner: Sebenarnya agak sedikit repot tetapi bisa menjadi alat yang berguna untuk berlatih (perhatikan intonasi saat kamu berlatih untuk mulai mendengar hubungan nada yang lebih akurat). Alat ini tidak terlalu berguna selama pertunjukan karena mereka akan menangkap suara dari semua instrumen lain di sekitar Anda, membuat pembacaan nada Anda tidak konsisten.
Kelima, cara terbaik untuk mendekati penyeteman: Dapatkan gagasan tentang nada apa yang perlu kamu setel dengan menyanyikannya di kepala Anda. Kemudian ketuk ringan ringan pinggir membran dengan mallet (ingat!! Pastikan hanya kamu yang mendengar ini) atau dekatkan kepala kamu ke timpani dan pukul dengan jari kamu tapi jangan terlalu keras. Kemudian geser pedal ke atas sambil mendengarkan resonansinya sampai kamu mendengarnya cocok dengan nada yang kamu nyanyikan. Jika masih belum dapat nada yang kamu inginkan, turunkan pedal kembali ke bawah dan lakukan lagi karena lebih mudah untuk melakukan lemparan dari bawah ke bawah daripada dari atas turun ke bawah. Aturan yang baik adalah ketika tidak menghabiskan lebih dari 5 detik untuk menyetel nada. 😄
Terakhir, yang terpenting!! Lebih baik datang pada waktu yang tidak tepat daripada tidak masuk dengan sempurna !!! karena dalam menyajikan sesuatu yang matang perlu persiapan yang matang juga, dan kita harus menyadari sebagai seorang perkusi, jangan anggap enteng segala persiapan dan proses yang ada, maupun saat praktik mandiri, latihan bersama, ujian, dan konser besar.
Sumber: The Second Conductor: A Clicic on Improving Timpani Perfomence;Tracy Wiggins;Director of Percussion Studies,University of North Alabama.(Midwest Band and Orchestra Clinic 2014)
Grip, Stroke dan Roll Stroke Pada Alat Musik Timpani
Grip adalah cara atau posisi memegang pada mallet/stick. Terdapat 3 Grip utama yang digunakan pada timpani yaitu Posisi Jerman (telapak tangan arah kebawah); Posisi Perancis (telapak tangan arah ke kiri, jika tangan kanan); dan Posisi Amerika (telapak tangan di antaranya - arah kiri dan bawah ). Semua dapat dan harus digunakan tergantung pada jenis suara yang dibutuhkan dalam sebuah karya.
Pukulan/ Stroke: Sal Rabbio (PAS Hall of Famer dan mantan pemain Detroit Symphony), kamu harus bisa membuat semua suara yang dibutuhkan dengan menyesuaikan posisi tangan. Perubahan mallet hanya berfungsi untuk keperluan yang mendesak apabila karya itu membutuhkan.
Jenis-jenis pukulan pada Timpani:
A) Reguler: Pukulan harian atau pukulan sehari-hari pada umumnya, pukulan ini menggunakan kecepatan saat mallet diayunkan dan menciptakan pantulan alami dari kepala mallet.
B) Legato: Pukulan ini pada dasarnya menjatuhkan mallet dengan sedikit memprediksi kecepatan, dll. Nantinya akan mendapatkan nada yang sangat hangat dan bulat dengan attack suara yang sesedikit mungkin.
C) Staccato: Pukulan ini adalah pukulan yang sangat tepat dengan rebound yang cepat.
D) Pukulan Lembut: Pukulan lembut dimainkan dari bawah ke kepala mallet tetapi dengan lebih banyak pukulan ke atas daripada pukulan ke bawah (pukulan sekilas dari mallet).
Pukulan ini memungkinkan pemain untuk mempengaruhi warna nada dan artikulasi dari Timpani. Semakin banyak warna yang dapat diperoleh pemain, semakin jarang mereka harus mengganti mallet, tetapi sebagai tambahan, semakin banyak pilihan musik yang mereka miliki untuk variasi dan frase!
Roll Stroke: Roll pasti akan menjadi satu pukulan penting untuk beberapa tempat di mana buzz roll untuk orkestra mungkin secara khusus harus yakin. Kecepatan roll akan bervariasi berdasarkan nada dan ukuran Timpani serta dinamika musik. Umumnya: lebih tinggi = lebih cepat; lebih rendah = lebih lambat. Sebarkan secara meluas posis mallet beberapa inci pada kepala mallet untuk mengaktifkan lebih banyak resonansi dari Timpani.
Catatan/ Note: Memberi catatan pada timpani juga merupakan hal yang penting. Karena setiap kali latihan atau konser pasti terdapat arahan dari konduktor atau kita pasti akan memberi tilisan/tanda bagian mana saja yang menurut kita penting. Jangan sekali-kali lupa membawa alat tulis dan catatan, dan jangan pinjam pemain lain karena itu mengganggu.
Alat Perkusi Ritmis/ Tidak Bernada
Selamat datang di PERKUSIBERNADA.COM, web blog yang mandiri..
Keep healthy and always PRACTICE EVERYDAY!!!
Sumber: http://vickyjohnson.altervista.org/DME%20Orff%20Assignment.htm
Alat perkusi ritmis/ tidak bernada adalah instrumen perkusi yang tidak memiliki nada dan bersifat polyritmic artinya kebanyakan kategori ini sering digunakan dalam reportoar musik sebagai pemegang tempo/ketukan sehingga sebuah lagu berjalan sesuai tempo yang berlaku dan tidak ngawur.
Contoh alat perkusi rimis, Drum Set, Snare Drum, Grand Cassa/ Bass Drum, Piatti, Cymbal, Castagnet, Wood Block, Quint Tom Bongo, Conga, Tambourine, Tam-tam, dll. Untuk wilayah musik klasik/ orchestra, perkusi ritmis lebih membawa nuansa yang lebih variatif dan energik, sehingga saat di pertunjukan juga terlihat lebih hidup susasan musiknya.
Tentu saja tiap-tiap instrumen pasti memiliki jenis dan merk yang bervariatif, artinya semakin harga dan merk tersebut bagus, pasti suara yang dihasilkan tentu saja lebih baik dari yang harganya lebih rendah. Dan juga faktor tuning merupakan hal penting dalam mengatur tekanan membran dalam perkusi ritmis, terutama yang sumber bunyinya berasal dari membran itu sendiri, seperti Drum Set, Snare Drum, Bass Drum, dll.
Kolaborasi Musik Orkestra dan Gamelan dengan Konduktor Addie MS
Konser ini merupakan konser kesekian kalinya dengan Addie MS, yang dimana sebelumnya telah menyelenggarakan konser dengan Riki Putra di Jakarta. Dengan format gamelan orkestra dan mengusung genre pop culture menjadikan konser ini memiliki nuansa keberagaman Indonesia. Berkolaborasi juga dengan beberapa musisi Jogja seperti, Eross Sheila On 7.
Dalam hal ini saya bermain timpani dengan jumlah 3 ketel, yang umum ditemukan untuk format orkestra dengan band/combo seperti itu. Dengan arransemen yang ciamik dari beberapa komposer dari Jogja tentunya mengahasilkan musik yang tidak mudah jenuh dinikmati oleh khalayak muda, yang cenderung memandang gamelan itu musik yang monoton, tetapi dengan arrasemen yang berbeda membuat konser saat itu menjadi megah dan mewah.
Semoga semakin banyak penerus muda yang menyukai gamelan, walaupun dengan cara apapun dia melestarikannya. Sehingga tidak ada kata mati untuk musik gamelan nantinya.
Terima Kasih
Festival Marimba di Yogyakarta
Vibraphone Cover Lagu Yowis Ben Karya Bayu Skak WTB
Kali ini saya menampilkan video cover dari Bayu Skak yang berjudul Gak Iso Turu, dan juga menjadi salah satu sountrack pada film nya yang berjudul YOWIS BEN. Film bahasa jawa full yang baru pertama kali ada. Tonton ya guys!! Aku wong jowo, aku cinta Indonesia dan aku juga nguri-nguri kabudayan. So, aku dukung orang jawa yang berkarya dan itu pasti bisa bersaing dengan bangsa di dunia. Jangan merendahkan orang jawa, karena nenek moyang kita yang menurunkan kebudayaan ini dan harus kita lestarikan. Ada beberapa instument yang saya mainkan, diantaranya : Bass, Gitar, Piano, Drum (pakai controler) dan Vibraphone Maaf jika permainan saya kurang memuaskan. Tapi itu menjadi semangat saya untuk rajin berlatih. Jika ingin mendengarkan aransemen saya dan bertanya seputar perkusi silahkan : SoundCloud : https://soundcloud.com/ridhlogp Facebook : https://www.facebook.com/pradana.perc Instagram : https://www.instagram.com/ridhlogusti/ Twitter : https://twitter.com/pradanagusti Kunjungi juga Blog saya : http://www.malletesis.blogspot.com Thanks for watching my video, please like, comment, and SUBCRIBE...
Apa Itu Alat Musik Perkusi ??

Alat musik perkusi (disebut pula alat musik pukul atau tabuh) adalah alat musik yang menghasilkan suara dengan dipukul, ditabuh, digoyang, digosok, atau tindakan lain yang membuat objek bergetar, baik dengan suatu alat, tongkat, maupun dengan tangan kosong.
Kata ini berasal dari istilah Latin percussio (yang berarti memukul) dan percussus (kata benda yang berarti "pukulan"). Jenis alat musik yang termasuk kategori ini antara lain adalah Drum Set, Marimba, Timpani, Conga, Kendang, dll.

Berdasarkan jenisnya, alat-alat perkusi dikelompokkan menjadi dua yakni :
a. Perkusi ritmis, adalah : alat-alat musik perkusi yang tidak bernada, antara lain snare drum, bass drum, tom-tom, conga, bongo, cowbell, chymbal, masacas, wood block, guiro, castagnet, cabasa, triangle, dll.
b. Perkusi melodis, adalah : alat-alat musik perkusi yang bernada, antara lain marimba, xylophone, vibraphone, glocken spiele, bell lyra, chimes, crotales, timpani, dll.
Ansamble Perkusi
Ansamble dalam hal ini merupakan salah satu istilah, yakni sekelompok pemain musik yang bermain bersama-sama secara tetap. Sedangkan perkusi itu sendiri berasal dari kata percussion, berarti nama alat-alat musik pukul, dalam kepentingannya dapat melahirkan irama atau peralihan irama.
Dengan demikian yang dimaksud ansamble perkusi adalah sebuah permainan oleh sekelompok pemain musik dengan menggunakan alat-alat musik pukul (percussion).
Ansamble perkusi KESPER (kelompok studi perkusi)
KESPER (kelompok studi perkusi) adalah kelompok ansamble perkusi yang beranggotakan lima belas percussionis asal ISI (Institut Seni Indonesia) Jogja.
Kesper di bentuk sekitar tahun 2000 dibawah naungan seorang dosen perkusi yang bernama Drs. Agus Salim M.Hum.
Kesper sendiri telah mengantongi beberapa prestasi, diantaranya Home Concert 2000, Master Class Percussion 2002, Cisya Kencana Classical Concert, dll.
Beberapa Reportoar (lagu) yang biasa dimainkan oleh KESPER :
a. Overture ( karya : John Beck)
b. Pentatonic Clock ( karya : Willis Charkovsky)
c. Strike Force ( karya : Thomas a Brown)
d. Blue Samba ( karya : Murray Houllif )
e. African Welcome Piece ( karya : Michael Udow)
f. Suita for Drum Set and Percussion Ansamble ( karya : David Mancini)
Latihan Drum Mahir: Panduan Lengkap
Banyak orang berpikir main drum itu cuma soal pukul-pukul keras dan terlihat keren di panggung. Tapi sebenarnya, drum adalah instrumen ...
-
Alat musik prasejarah Nusantara Perjalanan melintasi sejarah musik di Indonesia membawa kita jauh ke masa lampau, ke era prasejarah ket...
-
Marimba adalah instrumen perkusi melodis yang mempesona, mampu menghasilkan rangkaian suara nada hangat dan kaya. Menguasai marimba mem...
-
Conga, drum yang berasal dari Kuba, adalah jantung dari banyak genre musik Latin, seperti Salsa, Son, dan Rumba. Memainkan conga melibatkan ...


