Membahas Instrumen Perkusi, berbicara tentang Karya, Teknik, Analisis dan Isu-isu Musik Perkusi Dunia
Perbedaan Alat Musik Timpani dengan Drum Set
Anatomi : Bagian-bagian Pada Alat musik Timpani
Timpani (kadang dikenal sebagai “drum ketel”) digunakan dalam banyak jenis ansambel, termasuk konser band, marching band, orkestra, dan bahkan oleh beberapa band rock. Timpani terdiri dari membran (head) yang direntangkan di atas mangkuk besar yang secara tradisional terbuat dari tembaga, dan dimainkan dengan memukul head tersebut dengan pemukul khusus yang disebut mallet/ stick. Menurut sejarah, sejak jaman pra sejarah timpani sudah dikenal sebagai alat musik untuk ritual dan penyemangat berburu, namun seiring perkembangan waktu dan semakin berubah bentuk jenis timpani, maka mulai digunakan sebagai pertunjukan untuk menghibur orang. Jenis timpani sangat beragam dilihat dari zaman digunakannya alat ini, seperti zaman barok (awal mula timpani modern digunakan untuk pertunjukan musik) timpani saat itu tidak memiliki pedal kaki, tapi cara menyetemnyanya dengan memutar Lug/ skurp yang mengeliling head timpani satu per satu. Oleh hal itu seiring perkembangan zaman timpani modern saat ini dapat disetel dengan cepat dan akurat ke nada tertentu menggunakan pedal kaki yang dapat digerakkan.
Berikut adalah ilustrasi dari tipe timpano ("timpani" adalah jamak untuk kumpulan timpano), diikuti dengan deskripsi tiap bagian, dalam urutan abjad:
Auxiliary Brake: Ini terletak di bawah pedal. Saat terkunci, itu mencegah timpano bergerak.
Base: Mekanisme penyetelan ditempatkan di bawah dasar setiap timpano. Dasarnya berat untuk menjaga keseimbangan setiap drum dan untuk meningkatkan resonansi.
Bearing Edge: Bibir mangkuk timpano dikenal sebagai tepi bantalan. Ini mentransfer energi dari kepala ke mangkuk untuk menentukan nada.
Bowl: Bentuk dan bahan permukaan mangkuk membantu menentukan timbre drum. Mangkuk hemispheric menghasilkan nada yang lebih cerah sedangkan mangkuk parabola menghasilkan nada yang lebih gelap.
Cable Band: Memasang kabel timpano ke penyangga.
Head: Ini dapat dibuat dari kulit binatang (umumnya kulit anak sapi) atau plastik. Kedua jenis kepala harus dipasang secara berbeda (lihat petunjuk yang disertakan bersama head.) Head plastik lebih mudah dirawat karena tidak rentan terhadap perubahan kelembapan dan suhu; mereka juga umumnya lebih mudah dipasang.
Head Protector: Melindungi head timpani dari debu. Selalu letakkan ini pada timpano saat instrumen tidak digunakan.
Hoop (Counterhoop): Sekrup yang mengencangkan head timpano.
Main Caster: Roda, memungkinkan timpani untuk dipindahkan dengan mudah. Mereka harus dikunci selama pertunjukan untuk mencegah drum bergerak dari sisi ke sisi.
PAC (Pedal Adjustment Knob): Mekanisme ini memungkinkan Anda menyesuaikan porsi pedal (berat pedal) sambil mempertahankan keseimbangan pedal. Putar kenop berlawanan arah jarum jam (kiri) untuk membuka kunci. Agar pedal terasa lebih berat, putar kenop searah jarum jam.
Pointer Lock Nut: Mengunci indikator tuning pada tempatnya setelah fine-tuning.
Spring Tension Adjustment Bolt: Menyesuaikan baut, ini memungkinkan kuat lemahnya pedal disetel ke preferensi individu.
Tension Rod: Batang logam berulir ini dimasukkan ke dalam casing lug. Ini dapat dikencangkan atau dilonggarkan untuk menyetel drum ke nada yang diinginkan.
Sumber: https://hub.yamaha.com/wp-content/uploads/2019/04/Timpani-Anatomy
Mengapa Timpani : Posisi, Setting Up, Duduk vs Berdiri.
Kenapa timpani ?? Timpani sudah sering disebut konduktor kedua. Mereka seringkali bertanggung jawab untuk menetapkan waktu dan artikulasi untuk sebuah ansambel/ orchestra. Mereka juga dapat dilihat sebagai "Big Center" untuk suatu kelompok karena alasan yang hampir sama. Timpani juga merupakan salah satu instrumen yang paling sering sejajarkan penting bersama drumset.
Posisi Bermain: Kamu ingin menemukan suara "dasar" terbaik untuk setiap timpani. Aturan umum yang lama adalah kira-kira 3 inci dari tepi membran timpani, tapi sebenarnya akan sedikit berbeda tergantung juga dari jenis mallet yang digunakan. Gunakan telinga Kamu untuk menemukan tempat terbaik! JANGAN bermain di tengah kecuali diminta oleh komposer !!! 😊
Duduk vs. Berdiri: Saya sarankan duduk kapan pun jika bisa karena kemungkinan kaki berada di atas atau di dekat pedal penting untuk perubahan nada yang hanya perlu beberapa menit yang diperlukan untuk mengganti nada. Hal ini juga memungkinkan pemain yang lebih tinggi untuk tidak menjadi manusia karet untuk mendapatkan pukulan yang tepat pada drum. Namun, beberapa karya sastra tunggal bekerja lebih baik dengan peningkatan kebebasan bergerak yang diperbolehkan dengan berdiri.
Rentang Nada Timpani:
· 32 “ D – A
· 29 “ F – C
· 26 “ Bb – F
· 23 “ C - G
20" F - C
Sumber: https://banddirector.com/wp-content/uploads/Timpani-
Tones-and-Tuning-by-Paul-Jackson.jpg
Latihan Drum Mahir: Panduan Lengkap
Banyak orang berpikir main drum itu cuma soal pukul-pukul keras dan terlihat keren di panggung. Tapi sebenarnya, drum adalah instrumen ...
-
Alat musik prasejarah Nusantara Perjalanan melintasi sejarah musik di Indonesia membawa kita jauh ke masa lampau, ke era prasejarah ket...
-
Marimba adalah instrumen perkusi melodis yang mempesona, mampu menghasilkan rangkaian suara nada hangat dan kaya. Menguasai marimba mem...
-
Conga, drum yang berasal dari Kuba, adalah jantung dari banyak genre musik Latin, seperti Salsa, Son, dan Rumba. Memainkan conga melibatkan ...
