Tampilkan postingan dengan label warming up. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warming up. Tampilkan semua postingan

Pemanasan Sebelum Konser : Snare Drum Solo

    Lampu panggung meredup, suara riuh penonton mulai terdengar, dan adrenalin mulai terpacu. Di balik panggung, seorang pemain perkusi sejati tahu bahwa kesuksesan penampilan tidak ditentukan saat stik pertama memukul membran di bawah sorot lampu, melainkan pada apa yang dilakukan tiga puluh menit sebelumnya.

    Pemanasan bagi pemain snare drum bukan sekadar melemaskan otot, melainkan proses "penyelarasan" antara pikiran, saraf motorik, dan stik. Berikut adalah panduan pemanasan efektif agar permainan kamu tetap presisi, bertenaga, dan bebas cedera.

​1. Peregangan Statis dan Dinamis

    Sebelum menyentuh pad atau snare, mulailah dengan peregangan ringan. Putar pergelangan tangan searah jarum jam dan sebaliknya. Regangkan jari-jari dan tarik perlahan telapak tangan ke arah belakang untuk membuka otot lengan bawah (forearm). Ingat, ketegangan adalah musuh utama kecepatan. Jika otot kaku, rebound dari stik akan terhambat, dan kamu akan cepat lelah sebelum konser berakhir.

​2. Fokus pada Kontrol: 8-8-16

    Mulailah memukul practice pad dengan pola dasar yang sering disebut Legatos atau 8-on-a-hand. Pukul 8 kali dengan tangan kanan, lalu 8 kali dengan tangan kiri, diakhiri dengan 16 kali pukulan bergantian.

  • Tujuan: Memastikan setiap pukulan memiliki tinggi nada, volume, dan kualitas suara yang identik.
  • Tips: Jangan mengejar kecepatan di sini. Fokuslah pada bagaimana stik memantul secara alami dari permukaan membran drum.

​3. Ketahanan dengan Double Stroke Roll

    Salah satu tantangan terbesar dalam konser adalah menjaga konsistensi roll. Lakukan latihan Open-Close-Open: mulai dengan double stroke (RRLL) yang sangat lambat, percepat hingga mencapai titik maksimal yang stabil, lalu perlambat kembali secara bertahap. Latihan ini "membangunkan" otot-otot kecil di jari yang bertugas mengontrol pantulan stik pada tempo tinggi.

​4. Aktivasi Otak: Rudiment Dasar

    Setelah tangan terasa relax, saatnya mengaktifkan koordinasi otak. Mainkan Paradiddle (LRLL RLRR) dan Flams. Rudiment ini berfungsi sebagai jembatan untuk sinkronisasi antara tangan kanan dan kiri. Cobalah untuk memainkan Paradiddle dengan aksen yang berpindah-pindah posisi; ini akan mengasah ketajaman fokus sebelum menghadapi partitur yang kompleks di atas panggung.

​5. Visualisasi dan Pernapasan

    Lima menit terakhir sebelum naik panggung, letakkan stik sejenak. Tutup mata dan ambil napas dalam. Bayangkan bagian tersulit dalam repertoar yang akan kamu bawakan. Visualisasikan tanganmu bergerak dengan rileks dan akurat. Pernapasan yang teratur akan menurunkan detak jantung yang terlalu kencang akibat rasa gugup, sehingga tempo permainan tetap terjaga dan tidak "berlari" saat konser dimulai.

​Kesimpulan

    Pemanasan adalah investasi. Pemain snare drum yang profesional tidak akan membiarkan lagu pertama menjadi ajang pemanasan mereka. Dengan rutinitas yang terstruktur, tidak hanya melindungi tangan dari risiko cedera seperti tendonitis, tetapi juga memastikan bahwa setiap ketukan yang didengar penonton adalah kualitas terbaik dari kemampuanmu.

​Sekarang, ambil stik mu Cuk, rasakan keseimbangannya, dan bersiaplah untuk memberikan penampilan yang memukau!

VIBRAPHONE : MENGENAL TEKNIK DAN CARA BERMAIN

    Vibraphone telah mengalami peningkatan popularitas selama dekade terakhir. Bandingkan "seperti yang baru ditemukan" dan sebagian besar disebabkan oleh pemain lawas seperti Gary Burton, Milt Jackson, Mike Mainieri, dan David Friedman. Sementara para pemain ini (dan pemain yang sama dengan mereka) harus mencari dan berebut untuk menemukan pembelajaran dan literatur yang sesuai, dan akhirnya bagi pemula saat ini memiliki tugas yang jauh lebih mudah. Sayangnya banyak yang masih menggunakan materi dan solo yang sudah ketinggalan zaman. Kadang literatur marimba dan xylophone, meskipun menantang, tidak ditulis secara khusus untuk vibraphone dan tidak berfokus pada teknik vibraphone sendiri seperti teknik pedaling dan dampening.

Sumber: https://kontaktlibraries.com/wp-content/uploads/2016/05/VIBRAPHONEYAMAHAYV1600A-4.jpg

    Karena masalah teknis yang sulit, banyak literatur keyboard percussion standar yang tidak dapat digunakan. Seperti teknik sustain pedal, mallet dampening, hand dampening, penggunaan motor, lengkungan nada, vibrato mulut, dan permainan arco semuanya unik untuk vibraphone. Karena teknik ini dan suara yang dihasilkan, pemilihan bahan yang sesuai harus dilakukan benar dan hati-hati. Artikel ini akan mencoba menjelaskan berbagai teknik dan mengidentifikasi beberapa metode yang disusun dengan seksama dalam pemikiran dasar instrumen vibraphone. Pertama-tama saya ingin menjelaskan dan memperjelas teknik yang disebutkan di atas:

SUSTAIN PEDAL: Kekuatan sustain pada vibraphone terletak pada penahan getaran bilah, maka untuk menahan agar tidak terlalu lama gaungnya diperlukan dempaning pedal. Sebagai aturan yang sangat umum, pedal digunakan di antara pergantian akord atau frase. Pemain juga harus tahu kapan menggunakan pedal dan dimana dia harus menggunakannya, sama dengan pedal pada piano yang dapat memberikan efek yang berbeda.

MALLET DAMPENING: Simbol untuk meredam bilah adalah “X” dan penulisannya ada di atas not. Getaran nada yang lama harus dihentikan dengan menekan kepala mallet ke bilah saat nada dibunyikan. Tekanan mallet yang kuat membuat not setelahnya harus dapat menutupi dampak meredam dari not sebelumnya.

HAND DAMPENING: Pada dasarnya sama dengan meredam dengan mallet kecuali pemain menggunakan sisi bawah jari kelingking untuk menghentikan getaran pada bilah.

MOTOR: Banyak pemain modern saat ini tidak menggunakan motor sama sekali. Jika motor digunakan dalam pemilihan lagu, tentu saja harus mencoba untuk bereksperimen dengan berbagai kecepatan motor untuk menentukan yang paling tepat.

NOTE BENDING: Efek luar biasa ini membutuhkan sedikit latihan untuk menguasainya. Pukul nada dan kemudian untuk membengkokkan (melengkung) nada, letakkan kepala mallet (hard/rubber) di titik nodal (tempat tali melewati bilah). Tekan mallet karet tersebut ke dalam simpul dan tarik maleet ke arah kita. Ini akan memberikan efek nada yang dapat diturunkan atau dinaikkan. Seperti fungsi pada scroll keyboard.

MOUTH VIBRATO: Efek ini hanya akan bekerja pada nada atas instrumen. Setelah memukul salah satu nada atas, tempatkan mulut kita sekitar satu hingga dua inci di atas bilah. Dengan membuka dan menutup mulut kita, bilah akan merespons dengan jenis suara "vibrato a,i,u,e,o" (rongga mulut kira-kira seukuran resonator atas). Oleh karena itu, dengan membuka dan menutup mulut, intensitas suara dapat berkurang dan diperkuat.

ARCO: Geseklah bow contra bass atau cello di ujung bilah vibraphone. Ini akan menghasilkan suara yang sangat berbeda, harmonik yang paling terdengar. Seorang komposer akan meminta suara ini dengan menunjukkan "arco" pada part atau nada tertentu.

ONE-HAND DAMPENING: Setelah memukul nada, segera posisikan tangan yang sama untuk meredam bilah yang dipukul sebelumnya. Teknik ini perlu digunakan jika salah satu tangan sibuk dan tidak dapat digunakan untuk membantu tangan lainnya. Ini juga berguna untuk memainkan double stop (dua nada sekaligus), dengan tangan yang sama lalu pukul dua nada dan kemudian pindah kembali dengan meredam kedua nada tadi. Ini sangat efektif pada saat memainkan Multi-Percussion yang harus memainkan banyak alat namun hanya terbatas menggunakan dua tangan.

ONE HAND ROLL: Dengan pedal sustain di bawah, gunakan salah satu tangan untuk "memukulkan" mallet secara bolak-balik di antara dua not berbeda. Dengan sedikit latihan, teknik ini akan terdengar seperti roll yang halus dan akan membebaskan sisi yang lain untuk memainkan nada yang independen.

 

Sumber: Vibraphone: Technique, Methods, Solos Jim McKinney Vol 3, #4, p. 14 (Mar-Apr. 1998) [Complete article from BANDWORLD Magazine]

Teknik Empat Mallets #2

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang teknik empat mallets dari buku Method of Movement tentang pemanasan saat sebelum memulai memainkan sebuah reportoar. Kali ini kita lanjutkan dengan teknik yang lain, yaitu Doubel Laterals/ Lateral Ganda. Bagaimana cara melatihnya atau bagaimana cara memainkannya??

Pukulan Lateral ganda adalah salah satu basic teknis yang paling umum pada instrument marimba. Untuk memulainya menerapkan teknik arpeggio dengan posisi kepala mallet agak condong ke bawah. Beberapa transisi terlihat agak rumit, akan tetapi tidak disarankan memainkannya dengan tempo cepat, namun hanya untuk melanjutkan pemanasan ketingkan selanjutnya.

Panduan Latihan yang mengarah tentang teknik ini mirip dengan #478-485 dari Method of Movement. Latihan ini sangat membantu pada bagian dalam dan luar Lateral ganda, kemudian dapat melanjutkan bagian lain untuk latihan yang lebih sulit akan tetapi ini saja sudah cukup untuk pemanasan.

 
https://www.youtube.com/watch?v=ElWUBVNUnmc

Video dari Innovative Percussion oleh Mark Ford memberikan gambaran bagaimana cara melatih teknik Lateral ganda, yang mengibaratkan bola kasti yang jatuh ke bawah lalu memantul secara langsung tanpa harus di lemparkan kembali. Dengan kata lain, teknik ini mengandalkan dari pergelangan tangan yang digerakkan ke kanan dan ke kiri secara langsung. Oleh sebab itu tidak disarankan langsung dengan tempo cepat karena dikawatirkan akan mengalami cidera di pergelangan tangan. Serta perlu genggaman mallet yang kuat agar tidak mudah bergeser dan lepas.

 

Sumber: https://williamjamespercussion.com/tag/marimba-technique/

Teknik Empat Mallets #1

Meningkatkan teknik bukan berdasar pada cara memegang, mengayunkan mallets, tapi bagaimana kita lebih fokus penguasaan anatomi tubuh agar dapat mudah beradaptasi pada setiap Grip yang ada.

Teknik empat mallet sedari 40 tahun yang lalu hingga sekarang terus mengalami perkembangan, salah satunya pada Grip dan ekplorasi bunyi di marimba dan hampir di setiap karya-karya solo marimba saat ini menggunakan teknik empat mallets bahkan teknik yang lebih tinggi.

Sekitar tahun 70an Leigh Howard Stevens menulis buku untuk teknik empat mallets : Method of Movement for Marimba. Tentu saja berfokus bagaimana cara memegang mallet, memukul mallet, warming up untuk memulai latihan marimba, dan lainnya. Selanjutnya juga ada buku berjudul Simply Four oleh Gifford Howarth yang berisi juga tentang fundamental teknik empat mallet.

Teknik empat mallet merupakan pengembangan dari dua mallet, yang secara basic juga merupakan fundamental pada instrumen snare drum dan perkusi lainya karena terdapat teknik single stroke yang menjadi dasar permainan.

 Untuk memegang empat mallets membutuhkan sedikit kekuatan otot jari dan tumpuan telapak tangan. Saat warming up pun disarankan tidak langsung memainkan reportoar berat, terdapat langkah-langkah warming up pada empat mallet seperti disini.

Seperti pada buku Method of Movement, dijelaskan beberapa teknik pemanasan seperti Independent Roll dan variasinya seperti pada latihan 1-5. Sekali lagi untuk meregangkan otot saat warming up tidak perlu berlebihan dan harus sesuai kemampuan kita.

Bersambung!!

 

Sumber: https://williamjamespercussion.com/tag/marimba-technique/


 

Latihan Drum Mahir: Panduan Lengkap

     Banyak orang berpikir main drum itu cuma soal pukul-pukul keras dan terlihat keren di panggung. Tapi sebenarnya, drum adalah instrumen ...