Tampilkan postingan dengan label latihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label latihan. Tampilkan semua postingan

Latihan Drum Mahir: Panduan Lengkap

    Banyak orang berpikir main drum itu cuma soal pukul-pukul keras dan terlihat keren di panggung. Tapi sebenarnya, drum adalah instrumen yang menuntut koordinasi motorik tingkat tinggi. Kalau kamu mau berubah dari sekadar "penabuh" menjadi "drummer mahir," ada proses latihan yang sistematis yang harus kamu lewati.


Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mengasah skill drum kamu sampai ke level pro:

​1. Fondasi Adalah Segalanya: Rudiments

    Jangan buru-buru ingin main lagu metal atau funk yang rumit kalau tanganmu belum luwes. Rudiments adalah alfabetnya drum. Bayangkan kamu belajar bahasa baru; kamu harus tahu huruf-hurufnya dulu.

  • ​Latihlah Single Stroke, Double Stroke, dan Paradiddle.
  • ​Gunakan Pad Drum (bukan drum set langsung) agar kamu bisa fokus mendengarkan kejernihan suara setiap pukulan tanpa terdistraksi suara bising simbal.

​2. Berdamai dengan Metronom

    ​Ini adalah rahasia umum semua drummer hebat: Metronom adalah sahabat terbaik sekaligus musuh terbesarmu. Drummer adalah jantung dari sebuah band; tugas utamanya adalah menjaga tempo (keep time).

  • ​Latihan tanpa metronom hanya akan memperkuat kebiasaan buruk tempo yang "lari".
  • ​Mulailah dari tempo lambat (misal 60 BPM). Jika kamu sudah bisa memainkannya dengan sempurna dan stabil, naikkan perlahan ke 70 BPM, dan seterusnya. Mahir bukan berarti cepat, tapi tepat.

​3. Kemandirian Anggota Tubuh (Independence)

    ​Tantangan tersulit dalam bermain drum set adalah membuat tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, dan kaki kiri melakukan hal yang berbeda di waktu yang sama.

  • ​Coba mainkan pola ride yang stabil dengan tangan kanan, sementara kaki kiri menjaga hi-hat pada ketukan 2 dan 4.
  • ​Latih koordinasi ini secara terpisah sebelum menggabungkannya menjadi satu groove. Proses ini memang bikin otak "panas", tapi di situlah skill kamu sebenarnya sedang berkembang.

​4. Groove Over Chops

    ​Banyak drummer pemula terjebak ingin pamer fill-in yang cepat dan rumit (chops). Padahal, di dunia profesional, drummer yang paling dicari adalah mereka yang punya Groove atau "rasa".

  • ​Mainkan satu pola beat sederhana selama 5-10 menit tanpa berhenti dan jaga agar rasanya tetap enak didengar.
  • ​Rasakan dinamika; kapan harus memukul snare dengan keras, dan kapan harus memberikan sentuhan lembut (ghost notes).

​5. Rekam dan Evaluasi Diri

    ​Kadang saat latihan kita merasa sudah keren, tapi begitu didengar ulang, ternyata tempo kita masih goyang atau pukulan kita tidak seimbang.

  • ​Gunakan HP untuk merekam sesi latihanmu.
  • ​Dengarkan dengan kritis. Apakah suara kick drum kamu sinkron dengan snare? Apakah transisi saat fill-in terdengar tersendat? Evaluasi jujur adalah jalan pintas menuju kemajuan.

​Kesimpulan

    ​Menjadi mahir tidak terjadi dalam semalam. Konsistensi lebih penting daripada durasi. Lebih baik latihan 30 menit setiap hari daripada 5 jam tapi hanya seminggu sekali. Otot dan otakmu butuh pengulangan yang rutin untuk membangun muscle memory.

​Nikmati setiap prosesnya, jangan stres kalau belum bisa double pedal yang cepat, dan yang terpenting: tetaplah bersenang-senang!

Buku Panduan : Teknik Bermain Vibraphone

Berikut adalah beberapa buku solo dan metode yang menggunakan beberapa atau semua efek di materi sebelumnya. Penilaiannya adalah Grade 1 dan 2 untuk mudah, Grade 3 untuk sedang, Grade 4 untuk agak sulit, dan Grade 5 untuk sulit.

1. All Alone by the Vibraphone oleh Victor Feldman (Tre Publishers). Koleksi solo yang mencakup swinging blues, perubahan akor untuk solo improvisasi terbuka (opsional), dan pengembangan akor Arr. Danny Boy. Grade 3 sampai 4.

2. Mallets in Mind by Tom Brown (Kendor Music). Semua solo ini adalah komposisi asli. Memanfaatkan mallet 3 dan 4, simbol akor diberikan (memungkinkan kemungkinan menambahkan garis bass). Koleksinya banyak Latin dengan tanda pedal yang jelas. Grade 2+ hingga 4.

3. Six Unaccompanied Solos by Gary Burton (Creative Music). Kunci yang menyegarkan, artikulasi yang jelas, dan teknik menandai solo yang sangat sulit ini. Hanya pemain tingkat lanjut yang harus mencoba. Grade 5 ke atas.

4. Solos for the Vibraphone Player selected and edited by Ian Finkel. (Schirmer). Transkripsi ini adalah karya klasik dari abad ketujuh belas, kedelapan belas dan kesembilan belas. Berbagai kunci dan bentuk digunakan. Grade 2 sampai 4.

5. Music of the Day by Bill Molenhof (Kendor Music). Grup solo ini disertai dengan rekaman. Solo yang sangat segar ini memiliki tanda-tanda peredam tepian dan mallet yang jelas. Materi resital atau solo yang sangat bagus. Grade 4 sampai 5.

6. Recital for Vibraharp by Tom Davis (Barnhouse). Lima komposisi asli digabungkan dengan dua solo tradisional dan enam solo yang ditranskripsikan. Semua solo ini membuat resital untuk karya solo yang sangat bagus. Pemahaman lengkap Mr. Davis tentang instrumen yang dikombinasikan dengan keterampilan komposisi yang sangat baik membuat buku ini menjadi suatu keharusan bagi setiap perpustakaan. Grade 3 sampai 5.

7. Contemporary Solos for Vibraphone and Marimba by Gitta Steiner (Belwin Mills). Beberapa solo untuk vibraphone, yang lain untuk marimba dan yang lainnya untuk instrumen. Semua pilihan dalam aliran kontemporer dan membutuhkan teknik yang cukup maju. Dua dan empat mallet digunakan dan permainan kunci bass diperlukan pada solo marimba ini. Grade 2+ hingga 3+.

8. Vibraphone Technique by Ron Delp (Berklee Press). Pendekatan teoretis yang baik untuk akord, suara akor, dan comping. Buku ini menawarkan arah baru untuk improvisasi vibraphone yang terutama berkaitan dengan penjelasan teori improvisasi. Beberapa solo lead sheet asli disertakan pada buku ini.

9. New Works for New Times by Bill Molenhof (Kendor Music). Keenam solo ini memiliki tingkat kesulitan mulai dari Grade 5 hingga 6 dan beberapa direkam pada rekor Molenhof "Beach Street Years" (Mark Records MJS - 7596). Beberapa solo termasuk improvisasi atas perubahan akor untuk solois dan semua melibatkan pendekatan harmonik yang lebih modern. Grade 5-6.

10. The Solo Vibist, Vol. 1 by Tom Brown (Permus Publications). Pendekatan awal yang sangat bagus untuk bermain vibraphone. Tanda pedal yang jelas dan nada melodi yang mudah membuat ini menjadi tambahan dan berguna untuk perpustakaan mana pun. Diperlukan dua, tiga, dan empat mallet. Grade 2+.

11. Vibraphone Technique Dampening and Pedaling, David Friedman (Berklee Press). Buku ini adalah suatu keharusan bagi vibist yang serius. Ditulis dalam tiga bagian: Mallet Dampening, Pedaling, dan Pedaling and Dampening, ini adalah buku untuk mengembangkan teknik-teknik penting ini. Bagian terakhir berisi etude yang cocok sebagai bahan resital. Grade 3 -5 1/2

12. Jazz Vibes by Gary Burton (Creative Music). Meskipun memiliki hak cipta pada tahun 1965, buku ini masih menawarkan wawasan yang luar biasa tentang improvisasi dan pertunjukan Vibraphone. Buku ini mencakup banyak latihan teknis dan termasuk bagian tentang jazz, frase, pedaling, dampening, catatan teknis dan informasi penting lainnya. Grade 3 - 5.

Warming Up On The Floor (Pemanasan Media Lantai) : Teknik Empat Mallet Pada Instrumen Marimba

 Pemanasan Latihan di Lantai : Pukulan Ganda

1.

Coba berlatih satu tangan pada satu waktu. Pastikan pergelangan tangan berputar, untuk catatan secara perlahan dan kemudian kembali ke tingkat permainan yang benar.

2.

Mainkan satu per satu. Mulailah perlahan dan perhatikan gerak arah malletnya.

3.

Sekali lagi, mainkan satu per satu. Berkonsentrasi pada bagian yang dilatih.

4.

Semua latihan ini dapat dilakukan dalam variasi yang berbeda. Namun tempo harus stabil setiap saat dengan tingkat permainan yang konsisten. Setelah konsep-konsep ini diperoleh, latihan di atas harus diterapkan pada marimba dan divariasikan melalui transposisi dan dinamika interval. Saat menerapkannya ke marimba, mulailah dengan interval ke-5 di masing-masing tangan (contoh: C, G dan C, G).

 

Pemanasan Latihan di Lantai : Pukulan Bersamaan

Mainkan latihan ini di lantai dengan satu tangan pada satu waktu. Mulailah dengan interval dekat dan pindah ke interval yang lebih lebar. Berkonsentrasi pada teknik dan kekuatan genggaman. Saat menerapkannya di marimba, mulailah dengan 3rds (jarak Ters) lalu pindah ke satu oktaf.

 

Sumber: Innovative Percussion Inc. (Marimba Technique By Mark Ford)








BELAJAR MARIMBA : TEKNIK EMPAT MALLET UNTUK PEMULA

Pertama kali mempelajari empat mallet dalam meningkatkan skill bermain Marimba tentu akan membuat sangat frustasi pada awalnya karena harus memikirkan kembali gerak interval, pegangan yang tepat, pukulan yang berbeda dan tentu saja memainkan nada secara tepat. Proses awal ini bisa sangat melelahkan, dan jangan sekali-kali terjebak dalam buaian orang seperti, harus mainkan reportoar yang sulit dan cepat baru dianggap keren. STOP !! Waspadalah !!

Berikut beberapa pemanasan dalam latihan empat mallet pada marimba yang telah saya kembangkan untuk seorang pemula. Intinya adalah mempraktikkan teknik empat mallet untuk memperoleh dan melatih kepercayaan diri sebelum memainkan instrument supaya tidak merasa kesulitan saat berlatih atau melakukan pertunjukan resital.

Pukul di lantai !!

Mempraktikkan teknik dasar marimba di lantai adalah cara yang baik untuk memperkenalkan cara bermain empat mallet. Saat pegangan diajarkan, pukulan lateral dan vertikal ganda dapat dipelajari dengan percaya diri tanpa perlu khawatir akan nada yang terlewat. Saya biasanya memulai pada pemanasan agar melatih kekuatan pegangan tangan pada mallet tidak goyah. Setelah satu atau dua minggu, coba praktikan pada instrument pasti akan berbeda. Cara memulainya:

  1. Duduk di lantai dengan punggung menempel ke dinding.
  2. Kaki harus lurus ke depan.
  3. Tempatkan mallet di lantai dalam interval yang nyaman (biasanya jarak 4 atau 5). Dengan jempol ke atas, tangan harus menyentuh lantai dengan ringan/relax. 
  4. Tarik pergelangan tangan ke belakang untuk menaikkan mallet ke ketinggian atau level permainan yang dipilih. Jangan sesuaikan level permainan ini dengan siku, gunakan pergelangan tangan. Pastikan semua mallet berada pada level ketinggian yang sama. 
  5. Lakukan latihan berikut dengan metronome, dengan menjaga level permainan tetap konsisten. Jika level yang disetel di interval 4 tidak konsisten, perlambat tempo agar kamu dapat mengontrol levelnya dan tingkatkan kecepatan secara bertahap.

TIPS LATIHAN SEKSIONAL PERKUSI PADA SEBUAH ORKESTRA

sumber: https://id.yamaha.com/id/files/percussion_top_banner_1200x480_05e4ac9d90cc8e169dee65fdfadfdef2.jpg

    Halo sobat pukul di seluruh dunia. Bagaimana kabar kalian?? Selalu baik bukan.. Mantab!! Jadi kali ini aku akan sharing tentang keresahan pemain perkusi yang hanya bermodalkan stick/mallet tanpa memiliki alat musiknya, contoh seperti : Timpani,Marimba,Chime,Grand Cassa, Dll, khusus alat dalam orchestra yang ukurannya besar dan mahal. Disini bukannya aku sok-sok an, tapi aku sendiri juga ga punya alat itu semua, terkadang pemain harus menunggu alat tersebut disediakan saat latihan Bersama dengan lainnya, tapi nyatanya kita juga harus latihan mandiri bukan?? Untuk apa coba?? Yaa agar ketika latihan gabungan dengan yang lain kita tidak salah pukul/ atau salah baca, yang berakibat mengganggu efektivitas latihan gabungan dengan yang lain. FATAL GUYS!!

    Oleh sebab itu bagaimana sih latihan seksional/mandiri untuk perkusi dalam lingkup Orkestra?? Mari kita bahas bersama. Yang pertama, jangan takut salah. Apapun alat perkusi yang kamu mainkan jangan merasa terbebani apakah itu paling penting atau tidak, tapi anggap saja setiap alat yang kamu mainkan itu penting dalam Orkestra. Kebanyakan pemain ketika dirinya bermain timpani, dia merasa paling penting dan sangar, padahal tidak juga guys, semua alat penting dalam bermain Orkestra, tinggal bagaimana porsi yang berlaku dalam setiap lagu yang akan dimainkan. Yang kedua, perhatikan dengan detail part yang kamu dapatkan, SEDETAIL MUNGKIN, sehingga kamu tau seberapa penting kah bagian mu itu saat dimainkan. Jangan sampai ketikan bagianmu itu penting walaupun hanya not seperempat satu nada saja tapi malah luput alias terlewatkan, wah bisa-bisa estetika dalam lagu tersebut akan berkurang nantinya.

    So, tetap fakus walaupun hanya sedikit tapi bisa menggebrak suasana. Yang terakhir, pelajari dengan audio yang ada di Yotube atau Web lainnya, agar kamu tau dimana bagianmu  akan masuk, sehingga kamu tidak perlu menghitung lama sekali yang membuat fokusmu hilang. Dan selalu perhatikan tanda-tanda music seperti, dinamika, tempo, dll. Ketika semua itu kamu perhatikan niscaya kamu tidak akan terperosot dalam lubang hitam berisakan sindiran dari pemain di depan desk perkusi. Hahaha. Bercanda kok. Tapi serius cuukk!! So, keep going to the best part in your life. Keep Practice until you die. Byeeeeeeeee

Latihan Drum Mahir: Panduan Lengkap

     Banyak orang berpikir main drum itu cuma soal pukul-pukul keras dan terlihat keren di panggung. Tapi sebenarnya, drum adalah instrumen ...