Tampilkan postingan dengan label mallets. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mallets. Tampilkan semua postingan

Menjadi Pemain Marimba Profesional

    Marimba merupakan salah satu alat musik perkusi melodis yang memiliki suara hangat dan khas. Dalam pembelajaran formal, seperti di sekolah musik atau program ujian musik internasional, marimba sering diajarkan melalui sistem grade. Setiap grade memberikan tantangan teknis dan musikalitas yang berbeda, sehingga siswa dapat berkembang secara bertahap. Artikel ini akan membahas teknik marimba dari Grade 1 hingga Grade 4 dengan cara yang menarik.

Marimba Player

Grade 1: Dasar Permainan Marimba

Pada tingkat awal, fokus utama adalah pengenalan instrumen dan teknik dasar memukul.

Pegangan mallet: Siswa belajar bagaimana memegang mallet dengan rileks namun mantap, agar dapat menghasilkan suara yang jernih.

Posisi tubuh: Berdiri tegak dengan lengan yang fleksibel menjadi dasar penting untuk menghindari cedera.

Nada dasar dan pola sederhana: Biasanya dimulai dari tangga nada mayor, misalnya C mayor atau G mayor.

Teknik single stroke: Pukulan satu-satu dengan tangan kanan dan kiri secara bergantian, untuk melatih koordinasi.
Pada tahap ini, musik yang dimainkan masih sederhana, lebih menekankan akurasi nada dan ritme.


Grade 2: Pengembangan Koordinasi

Memasuki grade ini, siswa mulai belajar koordinasi dua tangan yang lebih kompleks.

Skala dan arpeggio: Latihan tangga nada yang lebih panjang serta pola arpeggio untuk memperluas jangkauan papan marimba.

Dinamik dasar: Belajar memainkan lembut (piano) dan keras (forte) dengan kontrol.

Pola ritmis lebih bervariasi: Misalnya not seperdelapan dan sinkopasi ringan.

Latihan lagu pendek: Repertoar biasanya berupa karya sederhana dengan melodi dan iringan, untuk melatih rasa musikal.
Siswa juga diperkenalkan dengan notasi musik perkusi melodis, sehingga membaca partitur menjadi lebih lancar.


Grade 3: Ekspresi dan Variasi Teknik

Pada tingkatan ini, siswa mulai menunjukkan ekspresi musikal yang lebih luas.

Teknik dua mallet lanjutan: Koordinasi tangan kanan dan kiri yang lebih rumit, misalnya crossing hands.

Dinamik lebih detail: Bukan hanya keras dan lembut, tetapi juga crescendo (semakin keras) dan decrescendo (semakin lembut).

Pola ritmis kompleks: Termasuk triplet dan kombinasi notasi lainnya.

Interpretasi musik: Siswa diajak untuk memberi “jiwa” pada lagu, bukan hanya sekadar memainkan nada.

Eksplorasi repertoar: Lagu-lagu yang dimainkan bisa berupa aransemen klasik sederhana hingga karya kontemporer pendek.


Grade 4: Menuju Permainan Profesional

Grade 4 menjadi jembatan menuju tingkatan yang lebih tinggi, di mana marimba dipelajari dengan teknik yang mendekati profesional.

Teknik empat mallet: Siswa mulai diperkenalkan dengan memegang dua mallet di setiap tangan. Hal ini membuka kemungkinan memainkan harmoni dan akor.

Repertoar lebih kompleks: Termasuk karya dengan tempo cepat, perubahan dinamik mendadak, dan rentang nada luas.

Artikulasi musik: Siswa belajar memberi penekanan (accent), legato (mengalir), dan staccato (pendek).

Teknik kontrol suara: Melatih resonansi dan sustain pada marimba agar suara lebih indah.

Penjiwaan musik: Siswa dituntut untuk menampilkan interpretasi yang lebih matang, bukan hanya teknis.


Kesimpulan

    Perjalanan dari Grade 1 hingga Grade 4 pada marimba bukan hanya soal teknik, tetapi juga pengembangan musikalitas, ekspresi, dan disiplin. Setiap tingkat memberikan fondasi yang penting agar siswa siap melangkah ke level yang lebih tinggi, baik untuk tampil solo, dalam ensambel perkusi, maupun orkestra. Dengan latihan teratur, marimba dapat menjadi sarana mengekspresikan diri sekaligus memperkaya pengalaman musikal.

VIBRAPHONE : MENGENAL TEKNIK DAN CARA BERMAIN

    Vibraphone telah mengalami peningkatan popularitas selama dekade terakhir. Bandingkan "seperti yang baru ditemukan" dan sebagian besar disebabkan oleh pemain lawas seperti Gary Burton, Milt Jackson, Mike Mainieri, dan David Friedman. Sementara para pemain ini (dan pemain yang sama dengan mereka) harus mencari dan berebut untuk menemukan pembelajaran dan literatur yang sesuai, dan akhirnya bagi pemula saat ini memiliki tugas yang jauh lebih mudah. Sayangnya banyak yang masih menggunakan materi dan solo yang sudah ketinggalan zaman. Kadang literatur marimba dan xylophone, meskipun menantang, tidak ditulis secara khusus untuk vibraphone dan tidak berfokus pada teknik vibraphone sendiri seperti teknik pedaling dan dampening.

Sumber: https://kontaktlibraries.com/wp-content/uploads/2016/05/VIBRAPHONEYAMAHAYV1600A-4.jpg

    Karena masalah teknis yang sulit, banyak literatur keyboard percussion standar yang tidak dapat digunakan. Seperti teknik sustain pedal, mallet dampening, hand dampening, penggunaan motor, lengkungan nada, vibrato mulut, dan permainan arco semuanya unik untuk vibraphone. Karena teknik ini dan suara yang dihasilkan, pemilihan bahan yang sesuai harus dilakukan benar dan hati-hati. Artikel ini akan mencoba menjelaskan berbagai teknik dan mengidentifikasi beberapa metode yang disusun dengan seksama dalam pemikiran dasar instrumen vibraphone. Pertama-tama saya ingin menjelaskan dan memperjelas teknik yang disebutkan di atas:

SUSTAIN PEDAL: Kekuatan sustain pada vibraphone terletak pada penahan getaran bilah, maka untuk menahan agar tidak terlalu lama gaungnya diperlukan dempaning pedal. Sebagai aturan yang sangat umum, pedal digunakan di antara pergantian akord atau frase. Pemain juga harus tahu kapan menggunakan pedal dan dimana dia harus menggunakannya, sama dengan pedal pada piano yang dapat memberikan efek yang berbeda.

MALLET DAMPENING: Simbol untuk meredam bilah adalah “X” dan penulisannya ada di atas not. Getaran nada yang lama harus dihentikan dengan menekan kepala mallet ke bilah saat nada dibunyikan. Tekanan mallet yang kuat membuat not setelahnya harus dapat menutupi dampak meredam dari not sebelumnya.

HAND DAMPENING: Pada dasarnya sama dengan meredam dengan mallet kecuali pemain menggunakan sisi bawah jari kelingking untuk menghentikan getaran pada bilah.

MOTOR: Banyak pemain modern saat ini tidak menggunakan motor sama sekali. Jika motor digunakan dalam pemilihan lagu, tentu saja harus mencoba untuk bereksperimen dengan berbagai kecepatan motor untuk menentukan yang paling tepat.

NOTE BENDING: Efek luar biasa ini membutuhkan sedikit latihan untuk menguasainya. Pukul nada dan kemudian untuk membengkokkan (melengkung) nada, letakkan kepala mallet (hard/rubber) di titik nodal (tempat tali melewati bilah). Tekan mallet karet tersebut ke dalam simpul dan tarik maleet ke arah kita. Ini akan memberikan efek nada yang dapat diturunkan atau dinaikkan. Seperti fungsi pada scroll keyboard.

MOUTH VIBRATO: Efek ini hanya akan bekerja pada nada atas instrumen. Setelah memukul salah satu nada atas, tempatkan mulut kita sekitar satu hingga dua inci di atas bilah. Dengan membuka dan menutup mulut kita, bilah akan merespons dengan jenis suara "vibrato a,i,u,e,o" (rongga mulut kira-kira seukuran resonator atas). Oleh karena itu, dengan membuka dan menutup mulut, intensitas suara dapat berkurang dan diperkuat.

ARCO: Geseklah bow contra bass atau cello di ujung bilah vibraphone. Ini akan menghasilkan suara yang sangat berbeda, harmonik yang paling terdengar. Seorang komposer akan meminta suara ini dengan menunjukkan "arco" pada part atau nada tertentu.

ONE-HAND DAMPENING: Setelah memukul nada, segera posisikan tangan yang sama untuk meredam bilah yang dipukul sebelumnya. Teknik ini perlu digunakan jika salah satu tangan sibuk dan tidak dapat digunakan untuk membantu tangan lainnya. Ini juga berguna untuk memainkan double stop (dua nada sekaligus), dengan tangan yang sama lalu pukul dua nada dan kemudian pindah kembali dengan meredam kedua nada tadi. Ini sangat efektif pada saat memainkan Multi-Percussion yang harus memainkan banyak alat namun hanya terbatas menggunakan dua tangan.

ONE HAND ROLL: Dengan pedal sustain di bawah, gunakan salah satu tangan untuk "memukulkan" mallet secara bolak-balik di antara dua not berbeda. Dengan sedikit latihan, teknik ini akan terdengar seperti roll yang halus dan akan membebaskan sisi yang lain untuk memainkan nada yang independen.

 

Sumber: Vibraphone: Technique, Methods, Solos Jim McKinney Vol 3, #4, p. 14 (Mar-Apr. 1998) [Complete article from BANDWORLD Magazine]

Anatomi : Bagian-bagian Pada Alat musik Timpani

    Timpani (kadang dikenal sebagai “drum ketel”) digunakan dalam banyak jenis ansambel, termasuk konser band, marching band, orkestra, dan bahkan oleh beberapa band rock. Timpani terdiri dari membran (head) yang direntangkan di atas mangkuk besar yang secara tradisional terbuat dari tembaga, dan dimainkan dengan memukul head tersebut dengan pemukul khusus yang disebut mallet/ stick. Menurut sejarah, sejak jaman pra sejarah timpani sudah dikenal sebagai alat musik untuk ritual dan penyemangat berburu, namun seiring perkembangan waktu dan semakin berubah bentuk jenis timpani, maka mulai digunakan sebagai pertunjukan untuk menghibur orang. Jenis timpani sangat beragam dilihat dari zaman digunakannya alat ini, seperti zaman barok (awal mula timpani modern digunakan untuk pertunjukan musik) timpani saat itu tidak memiliki pedal kaki, tapi cara menyetemnyanya dengan memutar Lug/ skurp yang mengeliling head timpani satu per satu.  Oleh hal itu seiring perkembangan zaman timpani modern saat ini dapat disetel dengan cepat dan akurat ke nada tertentu menggunakan pedal kaki yang dapat digerakkan.

    Berikut adalah ilustrasi dari tipe timpano ("timpani" adalah jamak untuk kumpulan timpano), diikuti dengan deskripsi tiap bagian, dalam urutan abjad:

https://hub.yamaha.com/wp-content/uploads/2019/04/Timpani-Anatomy-body-image.jpg 
 

Auxiliary Brake: Ini terletak di bawah pedal. Saat terkunci, itu mencegah timpano bergerak.

Base: Mekanisme penyetelan ditempatkan di bawah dasar setiap timpano. Dasarnya berat untuk menjaga keseimbangan setiap drum dan untuk meningkatkan resonansi.

Bearing Edge: Bibir mangkuk timpano dikenal sebagai tepi bantalan. Ini mentransfer energi dari kepala ke mangkuk untuk menentukan nada.

Bowl: Bentuk dan bahan permukaan mangkuk membantu menentukan timbre drum. Mangkuk hemispheric menghasilkan nada yang lebih cerah sedangkan mangkuk parabola menghasilkan nada yang lebih gelap.

Cable Band: Memasang kabel timpano ke penyangga.

Head: Ini dapat dibuat dari kulit binatang (umumnya kulit anak sapi) atau plastik. Kedua jenis kepala harus dipasang secara berbeda (lihat petunjuk yang disertakan bersama head.) Head plastik lebih mudah dirawat karena tidak rentan terhadap perubahan kelembapan dan suhu; mereka juga umumnya lebih mudah dipasang.

Head Protector: Melindungi head timpani dari debu. Selalu letakkan ini pada timpano saat instrumen tidak digunakan.

Hoop (Counterhoop): Sekrup yang mengencangkan head timpano.

Main Caster: Roda, memungkinkan timpani untuk dipindahkan dengan mudah. Mereka harus dikunci selama pertunjukan untuk mencegah drum bergerak dari sisi ke sisi.

PAC (Pedal Adjustment Knob): Mekanisme ini memungkinkan Anda menyesuaikan porsi pedal (berat pedal) sambil mempertahankan keseimbangan pedal. Putar kenop berlawanan arah jarum jam (kiri) untuk membuka kunci. Agar pedal terasa lebih berat, putar kenop searah jarum jam.

Pointer Lock Nut: Mengunci indikator tuning pada tempatnya setelah fine-tuning.

Spring Tension Adjustment Bolt: Menyesuaikan baut, ini memungkinkan kuat lemahnya pedal disetel ke preferensi individu.

Tension Rod: Batang logam berulir ini dimasukkan ke dalam casing lug. Ini dapat dikencangkan atau dilonggarkan untuk menyetel drum ke nada yang diinginkan.

Tuning Indicator: Skala pengukuran yang digunakan sebagai panduan visual dalam menyetel nada setiap timpano.

 

Sumber: https://hub.yamaha.com/wp-content/uploads/2019/04/Timpani-Anatomy

Bagian-bagian Pada Marimba

Organologi Marimba 
Keterangan :
  1. Leg with wheel : tumpuan marimba dengan roda terletak pada bagian kanan bawah.
  2. Small end piece : bagian ini terletak pada kanan marimba, bagian ini berguna untuk menopang Rail.
  3. Accidental tone bars : bilahan marimba untuk nada-nada kromatis ( C#, D# ).
  4. Natural tone bars : bilahan marimba untuk nada-nada natural ( C, D,E ).
  5. Large end piece : bagian ini terletak pada kiri marimba, bagian ini berguna untuk menopang Rail.
  6. Y- adjusting road: bagian ini untuk mengatur posisi tinggi rendah marimba.
  7.  Height adjustment mechanism : seperti putaran katrol untuk menaikkan dan menurunkan posisi marimba.
  8. Natural resonators : tabung resonansi untuk nada natural.
  9. Angel brace : besi penghubung antara adjusting rod dengan height adjustment mechanism.
  10. Connection rod : besi penghubung antara large end piece dengan small end piece dan sebagai pengunci pada rangka bawah marimba.
  11. Accidental resonators : tabung resonansi untuk nada Accidental/kromatis.
  12. Rail : besi yang menyangga bilah pada marimba.
  13. Bar support : seperti kancing guna menghimpit bilah marimba supaya tetap rapat.
  14. Cord : tali untung menghubungkan bilah satu dengan yang lain.
  15. Comer pin : seperti besi kecil yang gunanya sebagai tempat untuk mengikatkan tali ke bagian marimba supaya kuat dan tidak terlepas.

Bagian –bagian diatas merupakan bagian yang umum pada marimba. Di era saat ini beberapa marimba memiliki bagian tambahan di dalam organologinya untuk mempermudah dalam permainan tertentu seperti contoh marimba marching band. Marimba marching band memiliki tambahan bagian penyangga yang terdapat pada bagian rail, penyangga tersebut berguna untuk penambahan instrumen seperti cymbal atau tom-tom. Setiap bagian yang terdapat pada marimba memiliki fungsinya masing-masing,hal yang sangat penting untuk selalu menjaga setiap bagian yang terdapat pada marimba dalam keadaan yang  baik.


Marimba pada Marching Band


Latihan Drum Mahir: Panduan Lengkap

     Banyak orang berpikir main drum itu cuma soal pukul-pukul keras dan terlihat keren di panggung. Tapi sebenarnya, drum adalah instrumen ...