Sejak zaman prasejarah, manusia telah mencari cara untuk berekspresi, salah satunya melalui musik. Jauh sebelum drum modern dengan kulit yang direntangkan, instrumen perkusi sudah ada dalam bentuk yang paling sederhana. Alat perkusi tertua di dunia yang ditemukan hingga saat ini adalah sekumpulan tulang mammoth yang berusia sekitar 24.000 tahun. Temuan arkeologis yang luar biasa ini digali di sebuah situs kuno di Mezyn, Ukraina, dan membuka jendela baru bagi kita untuk memahami asal-usul musik dan kreativitas manusia purba.
Membahas Instrumen Perkusi, berbicara tentang Karya, Teknik, Analisis dan Isu-isu Musik Perkusi Dunia
Mengungkap Alat Perkusi Tertua Dunia "Dari Tulang Mammoth di Mezyn"
Menjadi Pemain Marimba Profesional
Perbedaan Alat Musik Timpani dengan Drum Set
Sayembara Orkestrasi Gending Prajurit Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
Setelah hampir 4 tahun yang awalnya hanya mengetahui dari luar dan cerita serta warta berita, menjadi bagian dari Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat di Kawedhanan Kridhamardawa, menjadikan sebuah pengalaman sebagai jalan kehidupan, yang bertaut menjadi sebuah filosofi perjalanan spritual penulis yang mendapat nama paringan dalem Mas Jajar Hatmowaditro bagian dari Abdi Dalem Musikan. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah pilihan hidup, kadang merasa keliru tapi seringkali muncul dalam kebenaran yang menjadikan penulis merasa perlu adanya kesiambangan dalam hidup.
Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) dibawah Penghageng KPH Notonegoro, merupakan wadah para pemain musik khususnya musik barat dengan gabungan dari beberapa instrumen seperti String, Woodwind, Brass, dan Perkusi. Dibentuk pada tahun 2021 ditengah kondisi negara dilanda Covid 19, namun semangat masih tetap ada. Sudah banyak sekali pertunjukan yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan banyak artis, baik nasional maupun internasional hingga tahun ini.
![]() |
| KPH Notonegoro memberikan Pralada Nindyaswara |
Salah satu kegiatan yang telah penulis lalui, selain mengikuti kegiatan YRO dan Sowan Abdi Dalem, terdapat juga kegiatan yang diadakan oleh Kawedanan Kridhamardawa yaitu Sayembara Orkestrasi Gendhing Keprajuritan. Sayembara ini dibuat untuk teman-teman abdi dalem musikan dan keprajuritan, dimana adanya kolaborasi untuk membuat sebuah orkestrasi gendhing lampah macak dan rikat, untuk keperluan baris-berbaris. Dalam kurun waktu dari bulan Februari sampai dengan Agustus, kami dibentuk sebuah kelompok dan berpikir bersama bagaimana gendhing asli dari prajurit di orkestrasi menjadi kesatuan orkes symphony yang megah dengan keseluruhan instrumen musik barat.
Membuat Karya Perkusi | Susah atau Mudah ?!?
- Pembukaan: memperkenalkan pola ritme atau motif melodi.
- Pengembangan: menambah variasi, perubahan tempo, dan dinamika.
- Penutup: memberikan klimaks dan resolusi.
- Struktur yang jelas memudahkan pendengar mengikuti alur musik.
Musik: Dalam Politik Bebas Berpendapat
Ensambel Perkusi: Irama Dinamis dalam Harmoni Musik
Ensambel perkusi adalah sekelompok musisi yang memainkan alat musik perkusi secara bersama-sama dalam suatu pertunjukan musik. Alat musik perkusi sendiri merupakan instrumen yang menghasilkan suara melalui pukulan, goyangan, atau gesekan. Contohnya termasuk drum, simbal, marakas, tamborin, vibraphone, hingga kendang.
Ensambel ini memiliki karakteristik unik karena tidak hanya berfungsi sebagai pengiring ritmis, tetapi juga mampu menjadi pusat perhatian dalam suatu pertunjukan. Di dalamnya, kombinasi berbagai alat perkusi dapat menciptakan tekstur suara yang kompleks, ritme yang menarik, dan ekspresi musikal yang dinamis.
Jenis Alat Musik dalam Ensambel Perkusi
Ensambel perkusi umumnya terbagi dalam dua kategori alat musik: alat perkusi bernada dan tidak bernada.
-
Alat Perkusi BernadaAlat ini dapat menghasilkan nada tertentu, sehingga bisa memainkan melodi. Contohnya:
- Xylophone
- Glockenspiel
- Vibraphone
- Marimba
- Tifa bernada (beberapa versi modern)
-
Alat Perkusi Tak BernadaAlat ini menghasilkan suara ritmis tanpa tinggi nada tertentu, contohnya:
- Drum set
- Snare drum
- Bass drum
- Simbal
- Conga
- Bongo
- Tamborin
Fungsi dan Peran Ensambel Perkusi
Dalam dunia musik, ensambel perkusi memiliki banyak fungsi, antara lain:
- Pencipta ritme utama: Mereka membangun dasar irama untuk seluruh komposisi musik.
- Pengisi dinamika: Perubahan tempo dan tekanan bunyi bisa disampaikan secara ekspresif melalui perkusi.
- Pemberi warna suara: Suara dari berbagai alat perkusi menciptakan suasana tertentu, baik itu tegang, riang, atau megah.
Di luar musik klasik atau orkestra, ensambel ini juga banyak digunakan dalam musik tradisional, kontemporer, jazz, pop, dan bahkan teater musikal.
| Kolaborasi perkusi barat dan gamelan |
Bentuk dan Format Pertunjukan
Pertunjukan ensambel perkusi bisa dilakukan oleh 3 hingga lebih dari 10 pemain. Dalam musik modern, sering ditemui percussion ensemble yang menampilkan komposisi orisinal hanya dengan alat perkusi. Beberapa kelompok bahkan menambahkan elemen visual seperti tari atau teatrikal dalam penampilannya.
Dalam pendidikan musik, ensambel perkusi sering dijadikan media latihan ritme, koordinasi, dan kerjasama kelompok. Sekolah dan universitas musik umumnya memiliki grup ensambel ini sebagai bagian dari kurikulumnya.
Ensambel Perkusi Tradisional di Indonesia
Indonesia sendiri kaya akan bentuk ensambel perkusi tradisional. Misalnya:
- Gamelan Jawa dan Bali, yang terdiri dari saron, kendang, gong, dan bonang.
- Rebana dalam musik Islami, digunakan dalam kasidah dan marawis.
- Tifa dan beduk, digunakan dalam ritual adat atau keagamaan.
Penutup
Ensambel perkusi merupakan bentuk ekspresi musik yang penuh energi dan kreativitas. Dengan menggabungkan beragam alat musik ritmis, ensambel ini mampu menghasilkan komposisi yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga menarik secara visual. Perkusi bukan sekadar pengiring, tetapi jantung dari denyut musikal yang bisa menggugah emosi siapa pun yang mendengarnya.
Vibraphone: Alat Musik Pukul yang Penuh "Getaran"
![]() |
| Milt Jackson -Vibraphone Jazz- |
Fundamental Timpani Studies | "Teknik Dasar Timpani" |
- Bersihkan bagian permukaan Head Timpani.
- Dapatkan dan sesuaikan nada yang dicari.
- Pukul Timpani dengan Mallet yang sesuai.
- Glissando ( pedal ) hingga mencapai nada yang dicapai ( dekatkan telinga rata dengan Head ).
- Pukul lagi untuk memastikan nada sudah tepat.
![]() |
| Timpani Range |
Macam pegangan Stik:
- Pegangan ala Prancis - Pergelangan tangan vertikal, ibu jari menghadap ke atas. Pukulan dihasilkan dengan memutar lengan bawah.
- Pegangan ala Jerman - Pergelangan tangan datar. Pukulan dihasilkan dengan memutar pergelangan tangan.
- Pegangan ala Amerika - gabungan dari dua pegangan sebelumnya. Mirip dengan pegangan snare drum yang cocok.
![]() |
| Note: Top-French grips and bottom-German grips |
Area Bermain: Saat memainkan timpani, seseorang harus memukul di dekat tepi drum untuk mendapatkan suara terbaik. Untuk bagian tengah drum menghasilkan suara yang sangat kering dan artikulatif, tetapi hanya boleh digunakan dalam keadaan khusus. Seseorang harus mengatur timpani sedemikian rupa sehingga memungkinkan mereka bergerak di titik pukul yang tepat dengan nyaman.
Pukulan Legato: Jenis pukulan ini dapat digunakan dalam semua dinamika. Teknik ini sebaiknya digunakan untuk nada-nada panjang yang terisolasi dan membutuhkan suara penuh. Teknik ini dimainkan dengan gerakan halus dan alami yang memanfaatkan pantulan penuh, sehingga suara yang dibayangkan keluar dengan sendirinya.
![]() |
| Zona Stroke |
Pukulan Staccato: Jenis pukulan ini dapat digunakan di semua dinamika. Teknik ini sebaiknya digunakan untuk bagian-bagian yang artikulatif. Kecepatan dan pantulan pukulan lebih cepat daripada teknik legato. Bayangkan hasil suara yang tajam saat berlatih pukulan ini.
Rolling: Gulungan timpani dilakukan dengan pukulan tunggal (bukan buzz stroke atau double bounce). Satu roll tidak lebih dari serangkaian pukulan legato. Setiap roll harus memiliki awal, tengah, dan akhir yang jelas.
Muffling: Muffling paling baik dilakukan dengan memberikan tekanan pada permukaan timpani dengan jari tengah, jari manis, dan jari kelingking di atas area pemukulan yang tepat. Mallet tetap berada di tangan, digenggam dengan ibu jari dan jari telunjuk.
Refrensi Buku Timpani:
- Metode Dasar untuk Timpani - Mitchell Peters
- Latihan, Etude, dan Solo untuk Timpani - Raynorr Carroll
- Metode Modern untuk Timpani - Saul Goodman
- Metode Timpani Lengkap - Alfred Friese/ Alexander Lepak
La La Land Concert Experience with Twillite Orchestra | cond. Addie MS | Vibraphone Player |
Konser La La Land bertajuk Live In Concert di Jiexpo Kemayoran pada tanggal 26 Juli 2025 sebanyak 2x penampilan sangat spektakuler dengan antusiasme penonton hampir memenuhi gedung Concert Hall. Garapan musik yang elok oleh musisi-musisi dari Twillite Orchestra yang dipimpin oleh maestro Addie MS, serasa membuat penonton larut dalam film yang banyak mendapatkan piala Oscar dalam berbagai kategori.
Justin Hurwitz merupakan komposer dan penulis asal Amerika Serikat yang dikenal luas atas kontribusinya dalam musik film La La Land (2016),di mana ia meraih dua Academy Awards untuk Musik Orisinal Terbaik dan Lagu Orisinal Terbaik ( City of Stars ). Hurwitz juga memiliki kolaborasi jangka panjang dengan sutradara Damien Chazelle,yang juga menggarap film-film seperti Whiplash dan First Man.
Konser dimulai dari Overture ( 1M1 ) seluruh pemain dengan perannya masing-masing memulai scoring musik film La La Land yang ditonton sekitar 1500 orang pada malam itu. Penulis memainkan Vibraphone pada perkusi section yang mana perannya cukup penting karena terdapat beberapa scene ( 1M13, 4M1, dll ) dimainkan secara solo (melodi diperankan sendirian). Tempo dan sukat yang sering berubah, bersamaan telinga harus mendengarkan Click/Metronome yang tersinkornisasi dengan Film, membuat konsentrasi harus cerdas dan tidak bisa di ganggu gugat.
Show 1 cukup sukses dengan total scoring sekitar 25 scene ( Act 1 dan Act 2 ) dengan antusias penonton yang bersorak merespon film dan musik secara berkelanjutan membuat semangat para musisi Twillite Orchestra semakin membara dan bergelora seperti genderang yang mau perang.(hehehe) Lanjut dengan show yang ke-2 ( Lets Do It !! ) tidak kalah seru Guys, penonton semakin memenuhi Concert Hall JiExpo Kemayoran. Gaya penampilan para penonton sangat nyentrik karena ber-Cosplay gaya Mia (Emma Stone) dan Sebastian (Ryan Gosling) dengan dress dan kemeja vintage 80an.
Pengalaman yang ke-2 kalinya setelah pada tahun 2015 pernah juga memainkan part ini dengan bermain vibraphone juga bersama Singgih Sanjaya Orkestra (SSO) dengan concuctor Erik Ohsner yang juga memimpin orchestra La La Land In Concert yang digelar di Hollywood Bowl. Saat itu permainan penulis masih belum semahir sekarang, jadi masih banyak yang perlu dibenahi kala itu sampai menjelang konser. Erik sempat bilang “ Hey Whats are u doing, tomorrow is show, if u not serious YOU OUT “ FUCK!! kubilang saat itu dalam hati, matilah awak nih. Kudu kerja keras mati2an ini. Yawis lah kataku, tak ada gading yang tak retak ibarat peribahasa yang membuat ane latihan lagi sampai darah berhenti mengalir.
Latihan Drum Mahir: Panduan Lengkap
Banyak orang berpikir main drum itu cuma soal pukul-pukul keras dan terlihat keren di panggung. Tapi sebenarnya, drum adalah instrumen ...
-
Vibraphone adalah salah satu alat musik perkusi yang memiliki suara unik dan khas. Alat musik ini sering digunakan dalam berbagai genre...
-
Alat musik prasejarah Nusantara Perjalanan melintasi sejarah musik di Indonesia membawa kita jauh ke masa lampau, ke era prasejarah ket...
-
Alat musik perkusi melodis adalah alat perkusi yang memiliki nada, artinya ketika dipukul akan mengeluarkan bunyi yang bernada alias ...











