50 Reportoar Solo Marimba Paling Populer Berdasarkan Tingkat Kesulitannya

 

Selamat datang kembali di PERKUSIBERNADA.COM!! Semoga sehat selalu dan tetap latihan guys!! Jika kalian ingin tahu bagaimana sih cara melatihnya, khususnya marimba.

  Click Here!!

Sebenarnya untuk dapat memainkan instrumen marimba, tentu saja kita harus tahu tentang seberapa tingkatan lagu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Kita tidak bisa memainkan karya yang itu diluar kemampuan kita, baik itu untuk ujian, konser, atau bahkan latihan pribadi sendiri di rumah.

Saat ini, tidak pernah semudah ini untuk menemukan karya solo untuk marimba. Ada ribuan video dan rekaman yang tersedia secara instan. Ada begitu banyak karya untuk solo marimba yang tersedia sekarang, dari karya yang terinspirasi pop, modern, hingga transkripsi klasik dan adaptasi musik dunia. Bahkan dengan bantuan daftar repertoar dari universitas atau kompetisi, sulit untuk mengetahui dari mana kita harus memulai.

Bagaimana tingkat kesulitan itu terjadi??

Saya menemukan 50 solo marimba kategori 'Paling Populer' di salah satu web musik terlaris dan menyortirnya ke dalam 5 tingkat dengan menggunakan 2 aspek ini:

                • Tingkat kesulitan, termasuk kesulitan teknis dan musik (50%)

                • X-Factor, dilihat dari betapa menariknya karya tersebut bagi saya pribadi (50%)

Tingkat Virtuoso/ Sangat Sulit

            Menurut pendapat saya, ini adalah reportoar marimba tingkat tertinggi yang tersedia saat ini. Tingkatan ini sangat dihormati, secara historis signifikan dan biasanya ditemukan di divisi kompetisi dan daftar audisi tertinggi di seluruh dunia. Pemain solo marimba profesional akan selalu memiliki beberapa (atau semua) karya ini dalam daftar 'siap tampil', dan terkadang mereka akan terus mengerjakan karya ini untuk mengembangkan interpretasi mereka lebih jauh lagi.

Tingkat A (Lanjutan/ Sulit)

            Tingkatan ini sangat bagus untuk melampaui tingkat menengah setelah kalian memiliki dasar teknis yang kuat, dan akan dianggap cukup mengesankan dalam lingkungan kompetisi, ujian, atau konser.

Tingkat B (Menengah/ Lumayan Sulit)

            Tingkatan ini merupakan solo marimba paling umum yang akan kalian gunakan untuk penilaian tingkat universitas yang lebih tinggi dan beberapa pertunjukan publik. Mereka menampilkan berbagai macam keterampilan dan kadang-kadang dapat digunakan sebagai etude untuk pengembangan teknik pribadi dan musikalitas.

Tingkat C (Menengah / Agak Sulit)

            Tingkatan ini sering kali diberikan sebagai 'karya nyata pertama' setelah Anda menguasai dasar-dasar dasar dari karya dan latihan Tingkat D. Ini biasanya digunakan sebagai tes penilaian di sekolah menengah dan universitas awal, tetapi juga dapat digunakan dalam pertunjukan publik yang santai dan lingkungan non-kompetitif lainnya. Tingkatan ini juga sering digunakan sebagai etude untuk pengembangan teknik pribadi dan musikalitas.

Tingkat D (Pemula dan / Relatif)

            Tingkatan ini dirancang untuk pemain pemula, memberikan titik masuk yang nyaman ke dunia pertunjukan marimba. Karya-karya ini kurang berfokus pada musikalitas yang menarik dan lebih banyak pada penulisan gaya latihan teknis, dan membatasi jumlah teknik baru yang diperlukan agar berhasil membawakan karya tersebut. 

 

Daftar Reportoar :

Tingkat Virtuoso/ Sangat Sulit

Abe, Keiko Marimba d’amore (sim. Variations on Japanese Children Songs)

Bach, Johann Sebastian Six Sonatas and Partitas for Violin

Bach, Johann Sebastian Six Suites for Cello (sim. Lute Suites and Inventions)

Cangelosi, Casey White Knuckle Stroll

Ewazen, Eric Northern Lights 

Miki, Minoru Marimba Spiritual

Schwanter, Joseph Velocities

Thomas, Andrew Merlin

Vinao, Alejandro Khan Variations

 

Tingkat A (Lanjutan/ Sulit)

Bobo, Kevin Gordon’s Bicycle

Cheung, Pius Etude in E minor (sim. Pius’ Etudes and Nocturnes) 

Cangelosi, Casey Two Characters

Maslanka, David Variations on Lost Love

Miki, Minoru Time for Marimba (from Modern Japanese Marimba Pieces 1)

Miyoshi, Akira Torse III (from Modern Japanese Marimba Pieces 1, sim. Ripple) 

Sueyoshi, Yasuo Mirage (from Modern Japanese Marimba Pieces 1)

Miyake, Kazunori Chain 

 

Tingkat B (Menengah/ Lumayan Sulit)

Abe, Keiko Frogs

Abe, Keiko Michi (sim. Ancient Vase, Dream of the Cherry Blossoms, Memories of the Seashore, Prism)

Aldridge, Robert From My Little Island

Arlen, Harold Over The Rainbow (arr. Oetomo) (sim. Oetomo Fantasy No. 1/No.5, Pining for the Spring Breeze) 

Burritt, Michael Caritas

Druckman, Jacob Reflections on the Nature of Water 

Ford, Mark Polaris

Glennie, Evelyn Three Chorales for Marimba 

Lansky, Paul Three Moves for Marimba

Mackey, Steven Beast (sim. See Ya Thursday) 

Mimura, Nanae Transformation of Pachelbel’s Canon

O’Meara, Rich Restless 

Sammut, Eric Libertango: Variations on Marimba (sim. Variations on Porgy and Bess and Indifference)

Sammut, Eric Four Rotations (sim. Three Spirals) 

Sejourne, Emmanuel Romantica

Stevens, Leigh Howard Rhythmic Caprice 

Stout, Gordon Two Mexican Dances (sim. Astral Dance, Beads of Glass, Rumble Strips)

Tyson, Blake A cricket sang and set the sun 

Zivkovic, Nebojsa Jovan Ilijas (sim. Ultimatum II, Homo Balcanicus)

 

Tingkat C (Menengah / Agak Sulit)

Hatch, Earl Furioso and Valse in D Minor

Lin, Chin-Cheng Wind (sim. April Sky) 

Monkman, Jesse Parody

Muramatsu, Takatsugu Land 

Musser, Clair Omar Etude in C Major, Op. 6 No. 10 (sim. other Musser Etudes)

Rosauro, Ney Three Preludes for Solo Marimba 

Smadbeck, Paul Rhythm Song

Smadbeck, Paul Virginia Tate 

Trevino, Ivan Strive To Be Happy (sim. Anthem, Memento)

 

Tingkat D (Pemula dan / Relatif)

Gomez, Alice Mbira Song 

Gomez, Alice (and Rife, Marilyn) Rain Dance (sim. Gitano, Marimba Flamenca)

Hopper, Adam Ghost Garden

Peters, Mitchell Sea Refractions 

Peters, Mitchell Yellow After The Rain (sim. Galactica, Teardrops, Waves)

Schmitt, Matthias Ghanaia 

Zivkovic, Nebojsa Jovan Funny Marimba Book I

 

Kesimpulan

            Sangat menarik bahwa mayoritas solo marimba ‘Paling Populer’ ada di Tingkat B, tetapi itu masuk akal, mengingat bahwa kemungkinan besar sebagian besar pemain tidak akan diminta untuk melampaui level Tingkat B untuk tujuan akademis. Tentu saja saya ingin melihat lebih banyak solois khususnya spesialis marimba muncul, tetapi saya tahu betul bahwa setiap orang memiliki gaya hidup yang berbeda dan sulit untuk dilakukan.

            Untungnya, memainkan instrumen ini tidak harus tentang siapa yang dapat memainkan Tingkat Virtuos tercepat dan paling akurat. Jika daftar ini mengajarkan saya sesuatu, kalian tetap dapat bersenang-senang saat menampilkan salah satu karya di atas dalam kapasitas apa pun, baik itu ujian, konser publik, atau bahkan hanya bermain sendiri di rumah.

 

Sumber:

https://www.adamtanpercussion.com/post/top-50-marimba-solos-tier-list

 

A Little Prayer For Marimba Solo Karya Evelyn Glennie

 

Sumber: https://soundcloud.com/brassband-de-spijkerpakkenband/a-little-prayer-evelyn-glennie-brassband-de-spijkerpakkenband-opsterland-eo
 

    A Little Prayer karya Evelyn Gleine merupakan karya musik minimalis yang diciptakan saat usia 13 tahun ketika mulai kehilangan 90 persen pendengarannya.[1] Lagu ini mengungkapkan betapa ia masih berharap dengan keterbatasan pendengaran yang ia punya untuk dapat menggapai cita-cita menjadi seorang perkusi yang hebat. Unsur dinamika yang lembut serta perpaduan harmonisasi akord yang menjadikan lagu ini begitu indah dan dapat membangkitkan ekspresi serta perasaan bagi yang memainkan lagu tersebut. Lagu ini dimainkan secara solo marimba dengan teknik empat mallet. Ukuran marimba untuk lagu ini adalah 4,3 oktaf atau Marimba Trible.  

 



[1]  https://www.evelyn.co.uk/a-little-prayer/


Marimba Virtuoso " KEIKO ABE "

Sumber: www.pas.org

 Keiko Abe adalah komposer sekaligus pemain marimba vituoso yang berasal dari Jepang  Keiko Abe dilahirkan pada tahun 1937 dan mulai belajar marimba semenjak usia 12 tahun dibawah bimbingan Eiichi Asabuki. Berawal dari mendengarkan sebuah kelompok misionaris Amirika yang beasal dari Oral Robert University, instrumen marimba  untuk yang pertama kali dipertontonkan di Jepang. Sejak saat itu ia malai tertarik untuk belajar marimba, karena bakat yang dimilikinya pada usia 13 tahun Keiko Abe mendapat kepercayaan untuk mengikuti kontes bakat N.H.K dan berhasil meraih juara, selain itu juga mendapat kesempatan secara profesional tampil di radio.[1]

Ketekunan dan keseriusan Keiko Abe akhirnya terealisasi dengan mendapatkan gelar dalam pendidikan musik. Pada tahun 1962 ia dan dua orang temannya yaitu mahasiswa Asabuki mulai memperkenalkan marimba trio yang mereka namakan Xebec Marimba Trio  dengan mebawakan lagu-lagu populer yang sudah dirilis lebih dari tuju album yaitu antara tahun 1962 – 1966. Dalam waktu kurang lebih 5 tahun merekan juga membuat rekaman dan menghasilkan 13 album.

Keiko Abe yang hidup hanya dengan lingkup permainan musik dalam format ensambel membuatnya sedikit frustasi, sehingga pada tahun 1962 ia memutuskan untuk memasuki dunia musik klasik kontemporer dan menjadi pemain perkusi pada orketra N. H. K. Untuk menunjukan rasa cintanya terhadap marimba, ia mengajak anak-anak di Jepang untuk belajar musik marimba dan ia juga mempunyai program di radio yang diberi nama “ Good Morning Marimba “. 

Pada tahun 1963, Yamaha Korporasi mencari pemain marimba yang berasal dari Jepang untuk membantu dalam mendesain instrumen baru, terpilih Keiko Abe untuk mengeluarkan ide-ide dalam pembuatan instrumen marimba baik dari segi bentuk maupun suaranya sehingga dapat dimainkan dengan instrumen-instrumen lain ( ensambel perkusi ). Sehingga pada tahun 1970an Yamaha mulai memproduksi marimba dengan desain dan hasil suaranya diciptakan oleh Keiko Abe dan hasilnya marimba baru yang wilayah nadanya tidak hanya 4 oktaf melainkan sampai 5 oktaf dan produksi marimba yang baru tersebut tercantum tanda tangan dan namanya.

Karier Keiko Abe berlanjut menjadi seorang komposer, ia telah menciptakan beberapa karya yang menjadi standart dari reportoar marimba, antara lain adalah Michi, Variation of Japanese children song, Dream Of The Cherry Blossom, Wind The Bamboo Grove, dan juga salah satu karya yang saya bahas pada skripsi kali ini Tambourin Paraphrase for Solo Marimba.Karya ini sebenarnya diciptakan untuk duet marimba yang artinya dimainkan dengan 2 marimba, tapi karena sebuah permintaan muridnya lagu ini dibuat dalam versi solo marimba. Dalam lagu ini terdapat berbagai macam hal, seperti teknik yang digunakan menggunakan empat mallet, serta banyak teknik baru yang muncul karena marimba merupakan instrument era modern jadi banyak eksplorasi teknik yang dimainkan pada lagu ini.

Keiko Abe selain menjadi seorang komposer, juga aktif dalam mempromosikan perkembangan sastra untuk marimba, baik karya-karyanya sendiri maupun karya-karya komposer lain , sehingga dapat memberikan dorongan kepada komposer-komposer muda. Ia mendapatkan gelar Profesor di Toho Gauken School of Music dan menjadi perempuan pertama yang dilantik Percussion Art of Fame, Pasic ’93 Awards di Columbus, Ohio dan juga menjadi pemain marimba pertama yang mengembangkan  permainannya dengan menggunakan teknik enam mallet. Dalam pidatonya ia mengatakan., “ mungkin lebih baik bagi saya untuk memikirkan kehormatan sebagai pemain  marimba, banyak komposer-komposer yang juga pandai menulis musik seperti saya dan berbagi dengan sesama pemain marimba lainnya. Penghargaan ini juga saya berikan kepada perempuan-perempuan yang telah membuat kontribusi besar bagi kemanusiaan melalui musik.”[2]

Nama Keiko Abe telah dikenal di dunia musik sebagai pemain marimba, selama 30 tahun mengabdikan dirinya pada marimba dan usahanya telah mampu membuat terpesona penonton maupun mahasiswa. Meskipun ia sempat memutar kehidupannya dengan mengambil jurusan kedokteran. Namun hal iti dilakukan semata-mata untuk menyenangkan ayahnya dan ternyata kedokteran bukan jalan hidupnya, sehingga ia dengan cepat kembali ke dunia musik. Hal itu dapat dibuktikan dengan memperoleh gelar pendidikan dan menjadi guru musik. Dikalangan para komposer dunia nama Keiko Abe telah dikenal sebagai komposer marimba, reportoar Frog dan Michi adalah dua karya yang dimainkan oleh siswa-siswa seluruh dunia secara profesional sebagai bahan resital.

Marimba sangat spesial bagi saya, ketika saya memainkannya akan terdengar dan memahami serta memiliki keinginan yang besar untuk menemukan sebuah ekspresi, bahwa kayu yang paling indah ini ( bilah-bilah marimba ) berasal dari pohon hidup, hal ini seakan-akan marimba bernafas seperti pohon hidup, sehingga ketika memainkan musik marimba saya seperti bernafas dengannya. Bagi saya yang sangat penting adalah terus mencipta karya-karya musik baru dan mencoba untuk menulis yang kemungkinan ekspresi dan emosional akan keluar dari marimba sehingga memudahkan untuk berkomunikasi dengan penonton. Apapun bentuk komposisi musik mengeksplor atau improvisasi, apakah itu tonal, tanpa nada, apakah itu lambat, sedang atau cepat saya berharap musik marimba aan selalu fakus pada komunikasi yang lebih nyata dari pada keahlian teknik yang hanya untuk kepentingan diri sendiri.[3]

Dukungan yang datang dari suami dan putrinya membuat Keiko Abe semakin cinta dengan marimba, hal ini dapat dibuktikan adanya kerja sama dengan pemain-pemain marimba di Toho Gakuen Colleg of Music dan juga berbagai siswa dibelahan dunia, diantaranya adalah Evelyn Glennie. Musik Keiko Abe merupakan sumber inspirasi bagi musisi-musisi khususnya marimba, ia telah menaklukkan wilayah baru dan segala keterbatasan yang ada pada marimba dirubah menjadi sebuah instrumen konser yang lengkap. Permainan marimba yang luar biasa dari Keiko Abe membuat banyak orang terkesima didukung dengan adanya marimba modern yang kaya akan nuansa dan cakupan yang sangat luas. Ia memiliki kualitas penting dari seorang musisi besar, mampu berkolaborasi melalui bilah-bilah marimba sehingga mencapai kombinasi sempurna dari teknik virtuoso dan selalu menjiwai setiap permainannya sehingga sangat bergairah ditambah integritas besar mampu dicapainya.[4] 

[3] Ibid.

[4]Master Technique Builder Fro Vibraphone And Marimba,Anthony J. Cirone, hal.4



 

Latihan Drum Mahir: Panduan Lengkap

     Banyak orang berpikir main drum itu cuma soal pukul-pukul keras dan terlihat keren di panggung. Tapi sebenarnya, drum adalah instrumen ...